Makassar – TPPS Sulsel dan BPOM menggelar rapat koordinasi di Makassar Jumat, 14 Juni 2024 untuk membahas hasil monitoring dan evaluasi Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS). Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke Posyandu di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep, di mana ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan layanan.
Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa proses penimbangan dan pengukuran tinggi badan bayi masih dilakukan dengan bayi mengenakan popok, sandal, dan topi, yang dapat mempengaruhi akurasi hasil pengukuran. Selain itu, pengukuran lingkar lengan atas untuk ibu hamil dan lingkar kepala bayi tidak dilakukan secara rutin. Ditemukan juga bahwa baby scale yang digunakan sering kali tidak stabil peletakannya, sehingga mempengaruhi keakuratan pengukuran berat badan. Kalibrasi alat antropometri juga tidak tercatat dengan baik. masalah lain yang mengemuka adalah ketidak terampilan para kader dalam menggunakan alat pengukuran serta kurangnya pemahaman mereka dalam mengisi grafik pertumbuhan dengan benar.
Rapat yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk perbaikan layanan Posyandu. Langkah-langkah yang disepakati antara lain adalah pelatihan peningkatan kompetensi bagi kader, sinkronisasi anggaran dari pusat dan daerah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta perbaikan fasilitas Posyandu. Selain itu, pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebaiknya dilakukan dengan pemantauan yang ketat untuk memastikan manfaatnya. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, perlu juga adanya media penarik agar masyarakat lebih tertarik datang ke Posyandu.
Koordinator TPPS Sulsel mengungkapkan bahwa dengan adanya perbaikan ini dapat memberikan dampak yang positif dalam upaya pencegahan stunting di Sulawesi Selatan. BPOM juga berkomitmen untuk terus mendukung program ISPS demi peningkatan kesehatan masyarakat.
Dengan koordinasi yang baik dan tindakan perbaikan yang segera, program ISPS diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting di wilayah Sulawesi Selatan.