Makassar, 10 Juli 2024 - Dalam upaya menilai efektivitas kerja dan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting Sulawesi Selatan, rapat evaluasi diadakan hari ini di Hotel Dalton Makassar. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota tim percepatan penurunan stunting sulsel, Panglima Komando Daerah Militer XIV Hasanuddin selaku bapak asuh, perwakilan dari Kepolisian, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi perwakilan serta dari dinas terkait.
Mewakili Pj. Gubernur Sulsel, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Prov. Sulsel, Drs. H. Muh. Rasyid, memulai rapat dengan memaparkan tujuan utama evaluasi ini, yaitu untuk mengukur sejauh mana tim telah menjalankan tugasnya sesuai dengan mandat yang diberikan. Muh. Rasyid menyatakan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa semua anggota tim bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan, serta untuk mengetahui sejauh mana program kerja yang telah dilaksanakan berkontribusi terhadap penurunan angka stunting. Selain itu, rapat ini juga mengevaluasi program kegiatan dari Organisasi Perangkat Daerah yang mendukung upaya penurunan stunting.
Dalam rapat ini, setiap anggota tim diberikan kesempatan untuk melaporkan kegiatan dan capaian mereka. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, seperti koordinasi antar anggota tim, pelaksanaan tugas lapangan, serta keterlibatan dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas juga dibahas, termasuk kendala logistik dan koordinasi di lapangan.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah efektivitas komunikasi dan koordinasi antar anggota tim. Beberapa anggota tim mengakui bahwa masih terdapat hambatan dalam komunikasi yang mengakibatkan keterlambatan dalam pelaksanaan program. Peningkatan koordinasi dan komunikasi yang lebih baik sangat diperlukan untuk memastikan setiap program dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
Selanjutnya, rapat juga mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan oleh tim percepatan. Berdasarkan laporan yang disampaikan, beberapa program telah menunjukkan hasil yang positif, seperti Pemerintah melaksanakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada bulan Juni 2024. Kegiatan ini dilakukan di 2 kab/kota yakni Kota Makassar dan Kab. Pangkep sehingga data akurat by name by address yang nantinya sebagai dasar pemberian intervensi program yang semakin tearah dan tepat sasaran.
Kepala DP3A-Dalduk KB Prov. Sulsel dalam laporannya mengemukakan bahwa perlu dilakukan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap program untuk meningkatkan efektivitas dan keberhasilan program tersebut.
Andi Mirna berharap agar seluruh anggota TPPS provinsi menjalankan tugas dengan baik, menciptakan inovasi baik di level kebijakan maupun di level teknis.
Rapat ditutup dengan komitmen dari semua pihak untuk terus bekerja sama dan meningkatkan upaya dalam mengatasi stunting di Sulawesi Selatan. Dengan evaluasi yang terus-menerus dan perbaikan program yang tepat, diharapkan angka stunting di Sulawesi Selatan dapat terus menurun, menciptakan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.